Sweater rajut bayi semakin menjadi idola, apalagi di musim pancaroba. Berbeda dengan sweater tebal dewasa, sweater bayi kini hadir dengan model tipis, motif minimalis, dan warna pastel yang mudah dipadukan. Efek tekstur dari rajutan juga menambah daya tarik visual, anak terlihat stylish bahkan walau hanya memakai satu lapis baju.

Ada beberapa jenis sweater rajut yang kini trend: model oversize, crop sweater, hingga cardigans dengan detail kancing kayu. Bahan rajut katun dan bambu paling direkomendasikan agar tidak membuat bayi kepanasan atau berkeringat berlebihan. Pola rajut zigzag atau honeycomb juga lagi naik daun, mudah dibeli lewat marketplace lokal.

Sweater rajut bisa dipadukan dengan celana katun polos atau jogger motif soft. Untuk bayi perempuan, tambahkan skirt atau dress tipis sebagai layer. Pilihan warna pastel seperti mint, lavender, dan nude sangat mudah dipadu dengan outfit lainnya.

Banyak orang tua khawatir sweater bayi mudah rusak atau sulit dirawat. Padahal, jika diperlakukan dengan benar, sweater rajut bisa bertahan bertahun-tahun. Cuci sweater dengan tangan menggunakan deterjen lembut, hindari mesin cuci bersiklus cepat. Ketika menjemur, letakkan sweater di permukaan datar untuk menjaga bentuknya.

Review, tips mix & match, dan katalog sweater rajut terbaik bisa langsung dilihat di FashionBayi.com. Di sana ada rekomendasi model viral & trick perawatan sweater agar tetap halus.

Untuk menambah variasi gaya, padukan sweater rajut dengan aksesori lembut misal scarf mini, beanie rajut, atau kaos kaki motif galaksi yang lagi hits. Hindari aksesori berat yang bisa merusak tekstur rajut.

Sweater bayi kini benar-benar fun, gaya, dan tetap nyaman di segala musim!